ILMU SOSIAL DASAR
PENDUDUK,
MASYARAKAT, & KEBUDAYAAN
Keterkaitan antara penduduk, masyarakat, dan
kebudayaan merupakan konsep suatu hubungan yang saling bertautan satu dengan
yang lain. Antara penduduk dengan masyarakat, dan antara masyarakat dengan kebudayaan
itu sendiri saling mempunyai hubungan-hubungan mendasar. Contohnya saja
hubungan antara penduduk dengan masyarakat. Pada suatu daerah tertentu, tentu
saja terdapat orang-orang yang bermukim atau biasa di sebut penduduk.
Penduduk-penduduk tersebut setiap harinya saling melakukan interaksi sosial,
sehingga kita dapat menyebut bahwa mereka hidup sebagai masyarakat. Dengan
menyimpulkan contoh diatas, kumpulan penduduk yang mendiami suatu wilayah
tertentu dan dalam waktu yang cukup lama dapat kita simpulkan sebagai
masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu pula. Dalam maksud yaitu
penduduk dalam arti umum, yaitu kelompok manusia atau kelompok orang.
Kemudian antara masyarakat dan kebudayaan
juga mempunyai hubungan yang cukup erat. Dimana masyarakat sendiri tidak akan
bisa hidup tanpa adanya keikutsertaan aspek-aspek kebudayaan dalam kehidupan
mereka. Dan kebudayaan itu sendiri tidak dapat muncul dan berkembang apabila
tidak ada masyarakat di dalamnya. Serta dengan masyarakat itulah kebudayaan di
suatu daerah dapat berkembang. Hubungan saling membutuhkan inilah yang membuat
masyarakat dan kebudayaan saling berkaitan. Adapun dibawah ini adalah beberapa
definisi dan penjelasan lanjut tentang penduduk, masyakarakat dan kebudayaan :
a. Penduduk
: Orang yang mendiami suatu wilayah tertentu dan dalam waktu tertentu
yang cukup lama. Dalam pengertian yang lebih luas, penduduk merupakan orang
atau organisme sejenis baik manusia, hewan, dan tumbuhan yang hidup, tinggal,
dan berkembang biak dalam suatu wilayah tertentu.
b. Masyarakat :
Kelompok individu-individu yang saling melakukan interaksi dalam kehidupan
mereka terutama melakukan interaksi sosial yang berkembang dalam cakupan
wilayah tertentu yang cukup luas. Dalam artian, kehidupan sebagai makhluk
sosial inilah yang menjadikan individu-individu tersebut menjadi masyarakat.
c. Kebudayaan :
Kebudayaan ini sangat erat kaitannya dengan masyarakat. Menurut Selo Soemadrjan
Soelaiman Soemardi, kebudayaan merupakan sarana hasil karya, cipta, dan rasa
masyarakat. Kebudayaan dalam perwujudannya antara lain misalnya, perilaku,
seni, religi/keyakinan, bahasa, pola berpikir dll.
PERTUMBUHAN PENDUDUK
Penduduk-penduduk di setiap negara di seluruh
dunia, menempati wilayah dan alam serta geografis tertentu. Menurut data yang
dihimpun dari Biro Statistik masing-masing negara, kepadatan penduduk dunia
berdasarkan jumlah penduduknya diurutkan dari Asia, Afrika, Amerika, Eropa, dan
terakhir Oceania. Asia mendominasi dengan jumlah penduduk sekitar 4,2 milyar
orang. Kemudian disusul Afrika dengan sekitar 1 milyar orang. Lalu Amerika
dengan sekitar 950 juta orang. Serta Eropa dan Oceania masing-masing dengan
sekitar 700 juta dan 35 juta orang. Dengan jumlah penduduk dunia di
masing-masing benua ini, estimasi jumlah penduduk dunia tahun 2012 sudah
mencapai 7 Milyar orang. Sungguh jumlah yang lumayan signifikan menghitung pada
tahun 2005 penduduk dunia terhitung 6,5 Milyar orang.Faktor-faktor yang
mempengaruhi pertambahan penduduk atau faktor-faktor demografi antara lain
yaitu; struktur umur, struktur perkawinan, paritas, disrupsi perkawinan,
proporsi perkawinan, dll.
Angka Kematian Kasar atau Crude Death Rate
adalah angka yang menghitung dan menunjukkan jumlah kematian penduduk per 1000
penduduk dalam suatu wilayah tertentu pada pertengahan tahun tertentu. Adapun
rumus menghitung angka kematian kasar adalah:
CDR = Jumlah kematian
penduduk dalam tahun tertentu/Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tententu X
1000 orang (bilangan konstan)
Angka Kematian Khusus atau Age Spesific Death
Rate (ASDR) adalah angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1000
penduduk pada golongan umur tententu dalam satu tahun. Adapun rumus menghitung
angka kematian khusus adalah:)
ASDR = Jumlah kematian
penduduk umur tententu dalam satu tahun/Jumlah penduduk umur tententu dalam
satu tahun X 1000 orang (bilangan konstan)
Migrasi juga merupakan salah satu
faktor-faktor pertambahan dan pengurangan penduduk di suatu wilayah tertentu.
Migrasi juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi demografi dan
tingkat kepadatan penduduk di wilayah tertentu. Migrasi sendiri adalah
perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke suatu wilayah lainnya. Migrasi
terdiri dari Migrasi Internasional dan Migrasi Nasional. Migrasi Internasional
adalah perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain yang melewati
batas teritorial suatu negara. Imigrasi dan Emigrasi merupakan salah
jenis-jenis migrasi internasional. Sedangkan Migrasi Nasional adalah
perpindahan internal atau dari suatu wilayah ke wilayah yang lainnya dalam
lingkup suatu negara tertentu. Jenis-jenis Migrasi Nasional yaitu antara lain
salah satunya adalah Transmigrasi. Transmigrasi merupakan salah satu contoh
dari migrasi. Transmigrasi adalah salah satu tujuan pemerintah untuk mengurangi
kepadatan penduduk dalam suatu wilayah dengan memindahkan penduduk itu sendiri
dari wilayah yang rate kepadatan penduduknya tinggi ke wilayah yang tingkat
kepadatan penduduknya rendah guna mendukung jalannya perekonomian negara itu
sendiri. Prosesnya yaitu dengan memindahkan penduduk yang berminat untuk
mengembangkan kemampuan dan jasanya serta hidup tinggal di daerah selain di
Jawa contohnya yang mempunyai kepadatan penduduk yang paling tinggi ke
Kalimantan yang rata-rata kepadatan penduduknya belum terlalu tinggi. Dampak,
akibat, dan manfaat dari transmigrasi ini sendiri antara lain: Hidupnya
perekonomian wilayah yang dijadikan lahan transmigrasi, Meningkatkan taraf
hidup masyarakat penduduk, Terjadi lalu lintas budaya dan persilangan yang
berdampak pada pertambahan budaya, dan Terciptanya hidup saling rukun,
menghormati, dan menghargai sebagai warna negara suatu negara agar saling
menguntungkan satu sama lain.
Struktur penduduk suatu negara biasanya
menggunakan kriteria umur atau berdasarkan umur untuk struktur negaranya.
Struktur penduduk berdasarkan kriteria umur antara lain:
a. Penduduk muda
: Apabila suatu bagian negara atau negara itu sebagian penduduknya muda dengan
kisaran umur 0-14 tahun
b. Penduduk dewasa :
Apabila suatu bagian negara atau negara itu sebagian penduduknya dewasa dengan
kisaran umur 15-64 tahun
c. Penduduk tua
: Apabila suatu bagian negara atau negara itu sebagian penduduknya tua
dengan kisaran umur 65 tahun ke atas
Piramida
Penduduk
Piramida penduduk biasanya menampilkan dan
menyajikan data penduduk yang menunjukkan komposisi penduduk menurut struktur
penduduk yaitu umur dan jenis kelamin dalam bentuk diagram batang Keterangan
umur disusun secara verikal dengan garis/batang secara horizontal dengan angka
sebagai penunjuk banyaknya penduduk pada umur tersebut. Keterangan jenis
kelamin biasanya disebelah kiri dan perempuan di sebelah kanan. Piramida
Penduduk ada beberapa jenis dan macamnya, antara lain: Piramida berbentuk
segitiga (limas), Piramida berbentuk sarang tawon (batu nisan), dan Piramida
berbentuk segi empat.
Rasio
Ketergantungan (Dependency Ratio)
Rasio ketergantungan adalah angka
perbandingan yang manampilkan beban besar tanggungan dari kelompok usia
produktif yaitu penduduk dewasa dengan kisaran umur 15-64 tahun. Kelompok usia
produktif inilah yang juga menanggung kelompok usia muda ( 0-14 tahun ) dan
kelompok usia tua (65 tahun ke atas). Semakin besar rasio ketergantungan
kelompok usia non produktif terhadap kelompok usia produktif, semakin besar
pula beban yang ditanggung kelompok usia produktif. Sebagai contoh rasio
ketergantungan suatu negara 75. Berarti 100 orang dari kelompok usia produktif
menanggung biaya dan beban hidup 75 orang dari kelompok usia non produktif.
Akibat dari rasio ketergantungan yang besar maka beberapa dampaknya antara
lain:
a. Menjadikan
pertumbuhan ekonomi menjadi lambat.
b. Pendapatan
perkapita daerah menjadi rendah atau turun.
c. Daya
masyarakat untuk menabung berkurang atau rendah.
KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN
Perkembangan budaya selalu terjadi di setiap
bagian negara di setiap belahan dunia. Seiring bertambahnya waktu dan seiring
pesatnya perkembangan jaman, perkembangan budaya di suatu negara menunjukkan
adanya perubahan dan kehidupan berbudaya dalam suatu negara. Perkembangan
budaya di Indonesia pada era globalisasi ini semakin menunjukkan data dan bukti
yang cukup bahwa di Indonesia pun mengalami perubahan dan perkembangan. Baik
masuknya budaya asing ke Indonesia dan juga masih terjaganya tradisi dan budaya
asli yang melekat sebagai identitas bangsa Indonesia yang tumbuh sejak jaman
dahulu yang dilestarikan oleh para leluhur bangsa Indonesia. Kemajuan ilmy
teknologi dan informasi juga merupakan faktor penting dalam perkembangan budaya
di Indonesia. Sebab pada era modern seperti sekarang, informasi dan komunikasi
berkembang pesat antara pengguna teknologi, baik melalui internet, sosial
media, dan berita luar negeri. Kemajuan IPTEK inilah yang seharusnya dapat kita
waspadai apabila budaya asli kita orang Indonesia bakal tergerus dengan budaya
bangsa asing yang terus menerus datang seiring berjalannya waktu. Kita pun
harus segera bisa untuk mengantisipasi dan menyaring budaya asing yang sesuai
dengan budaya asli kita orang Indonesia. Karena apabila kebudayaan kita yang
telah hidup selama bangsa Indonesia berdiri hilang tergerus budaya asing, maka
hilanglah pula identitas bangsa Indonesia sebagai bangsa dengan seribu etnik
dan kesenian. Maka dari itu, menurut saya marilah kita tetap menyanjung,
melestarikan, mempelajari, mengamalkan, menghargai agar tetap dikenal bangsa
orang lain dan tetap terjaga kelestariannya.
Kebudayaan di Indonesia terpengaruh juga
jaman dahulu oleh para pedagang, pelayar, dan kerajaan-kerajaan Hindu, Buddha,
dan Islam yang pernah berkuasa di Indonesia. Indonesia sebagai negara pelayaran
dan perdagangan serta tempat belajar pesinggahan orang-orang dari negara lain
seperti India, Bugis, Tiongkok, Jepang dan lain-lain. Kemudian kebudayaan dan
struktur bahasa serta bangunan yang dipengaruhi oleh kerajaan-kerajaan Hindu,
Buddha, dan Islam juga memperngaruhi kebudayaan yang ada di Indonesia sampai
sekarang.
Kebudayaan
Hindu-Buddha
Unsur Hindu-Buddha di Indonesia sampai
sekarang cukup banyak. Terlihat dengan masih adanya patung-patung dewa Brahma,
Wisnu, Siwa, dan Buddha sebagai peninggalan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha.
Unsur Hindu-Buddha pada candi-candi peninggalan juga sangat dominan sebagai
warisan kebudayaan jaman dahulu, seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan.
Kebudayaan
Islam
Kebudayaan kerajaan-kerajaan Islam di
Indonesia merupakan salah satu peninggalan di Indonesia yang cukup dominan,
seperti masjid-masjid dan tatanan hidup bangsa Indonesia. Agama Islam lebih
berkembang daripada ajaran Hindu-Buddha karena di Islam tidak mengenal kasta/tingkatan.
KEBUDAYAAN BARAT
Kemajuan teknologi informasi atau IPTEK
memang tidak dapat dihindarkan lagi dari negara kita, Indonesia. Karena pada
jaman dengan kemajuan teknologi informasi yang modern ini, setiap orang
berinteraksi melalui berbagai macam perangkat teknologi yang sudah menjamur
dimana-mana. Karena kemajuan IPTEK yang pesat inilah, daya dan kekuatan untuk
mencegah punahnya budaya asli di Indonesia pun berkurang dan bahkan sesekali
hilang. Kebudayaan masyarakat asli Indonesia yang harusnya dari generasi ke
generasi tetap terjaga dan teramalkan, sampai sekarang rasanya untuk
mempertahankan budaya asli kita dari invasi budaya barat pun terasa sangat
sulit diwijudkan. Apalagi untuk sekedar tahu dan ingat saja pun kadang banyak
orang yang tidak peduli. Yang jadi pertanyaan, siapa lagi kalau tidak kita
sendiri bangsa Indonesia yang mau melestarikan dan mempertahankan kebudayaan
asli kita sendiri ?! Apakah hati dan perasaan nasionalisme kita tergerak hanya
setelah negara lain mencuri satu per satu budaya Indonesia ?! Lalu setelah
bangsa lain mencurinya baru kita peduli dan teriak serta
berkoar-koar dengan lantang tanpa kita sadari sebelumnya ?! Maka dari itu, kita
sebagai generasi penerus bangsa Indonesia, harus pintar dalam menyeleksi budaya
asing yang secara pesat masuk ke Indonesia!
Kemajuan dalam era modern seperti memang
perlu. Tetapi bukan dengan yang namanya modern lalu sesuatu yang berbau dahulu
itu dilupakan. Kita harus tetap menanam dan mempertahankan apa yang sudah kita
punya dari dahulu sebagai identitas bangsa Indonesia. Sepertinya rakyat
Indonesia lebih menyukai budaya bangsa barat yang berasaskan kebebeasan yang
sebebas-bebasnya. Bukan dengan meniru adab berpakaian mereka yang bebas atau
meniru kebiasaan budaya barat seperti menenggak alkohol tanpa aturan dan resep
dokter atau juga dengan terlalu mengikuti gaya berpikir bangsa barat.
Dengan masuknya kebudayaan barat ke
Indonesia, di samping efek negatifnya, kita juga dapat mengilhami efek
positifnya. Berikut ini adalah yang seharusnya kita dapat pahami dari masuknya
kebudayaan barat di Indonesia:
a. Industry
Development atau Perkembangan Industri Barat. Kita dapat mencontoh industri
transportasi dan komunikasi mereka sebagai sarana membangun bangsa menjadi
lebih kuat dan lebih bisa memajukan ekonomi bangsa Indonesia sendiri, dengan
menggunakan tenaga dalam negeri untuk membangun industri dalam tujuan
mengurangi pengangguran yang ada di Indonesia
b. Perubahan Pola
Berpikir dan Sikap. Dampak dari modernisasi dan globalisasi dari banga barat
seharusnya bisa mengubah pola pikir bangsa Indonesia dari yang Irrasional
menjadi Rasional. Dengan tujuan untuk berpola pikir secara maksimal guna
menjadikan fondasi yang kuat bagi bangsa Indonesia yang bermanfaat untuk
kemajuan dan kehidupan rakyat Indonesia.
c. Kemajuan
IPTEK. Kemajuan teknologi informasi dengan penyaringan yang baik dapat
menimbulkan peranan aktif dalam membangun bangsa. Karena berkat inovasi dalam
teknologi, kita mendapat kemudahan dalam masyakat untuk mengatasi masalah dan
memotivasi untuk lebih maju.
Selain dampak positif, tentu ada juga dampak
negatifnya antara lain:
a. Adanya
kesenjangan sosial. Masyarakat cenderung individualisme karena mereka sudah
merasa mempunyai sarana yaitu teknologi sendiri dan tidak membutuhkan bantuan
orang lain dalam kehidupannya.
b. Banyak barang impor
di Indonesia. Barang produksi luar negeri yang diimpor merajalela dalam pasar
Indonesia. Dampaknya barang produksi dalam negeri menjadi kurang laku.
ILMU SOSIAL DASAR
INDIVIDU,
KELUARGA, & MASYARAKAT
1. PERTUMBUHAN
INDIVIDU
A. PENGERTIAN INDIVIDU
“Individu” berasal dari
kata latin, “individuum” artinya “yang tidak terbagi”. Jadi
Individu merupakan suatu sebutan yang dipakai untuk menyatakan kesatuan yang
paling kecil dan terbatas. Dalam ilmu sosial, Individu menekankan penyelidikan
pada kenyataan-kenyataan hidup istimewa yang tak seberapa mempengaruhi
kehidupan manusia.
Individu
bukan berarti manusia sebagai suatu kesatuan melainkan manusia sebagai makhluk
hidup yang dihitung dalam “perseorangan”. Oleh karena itulah, sifat satu
individu dengan yang lainnya berbeda meskipun mereka tinggal dalam satu
lingkungan yang sama. Sejenis tetapi tidaklah sama, pola pikir dan sifat
memiliki cirinya tersendiri. Karena diferensiasi itulah, Individu
memiliki keuntungan dalam mengetahui sejumlah wawasan seperti bahasa, agama,
adat istiadat, hukum, ilmu pengetahuan dan sebagainya. Berdasarkah hal tersebut
maka diperolehlah kesimpulan bahwa Individu adalah seorang manusia yang tidak
hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga
memiliki pola dan tingkah laku spesifik dan lainnya.
B. PENGERTIAN PERTUMBUHAN
Secara generalisasi,
pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran, volume dan massa yang
bersifat irreversible (tidak dapat dibalik) karena adanya
pembesaran sel dan pertambahan jumblah sel akibat adanya proses pembelahan sel.
Pertumbuhan dapat dinyatakan secara kuantitatif karena pertumbuhan dapat
diketahui dengan cara melihat perubahan yang terjadi pada makhluk hidup yang
bersangkutan.
Menurut
pengertian ahli aliran asosiasi, Pertumbuhan adalah suatu proses asosiasi yaitu
terjadinya perubahan pada seseorang secara bertahap karena pengaruh baik dari
pengalaman empiris luar maupun panca indera yang menimbulkan sensations atau
pengalaman melalui keadaan mentar sendiri yang menimbulkan reflection. Sedangkan
menurut pendapat ahli psikologis Gestalt, Pertumbuhan adalah suatu proses
differensiasi yaitu terjadinya pertumbuhan pada seseorang secara perlahan
dengan mengenal sesuatu secara keseluruhan barulah kemudian mengenal
bagian-bagian dari lingkungan yang ada. Dilain pihak menurut konsepsi
sosialisasi, Pertumbuhan merupakan salah satu proses dari sosialisasi dimana
individu secara perlahan tumbuh dengan berinteraksi sosial bersama individu
lainnya baik di dalam maupun luar lingkungannya.
C. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PERTUMBUHAN
Pada
garis besarnya, perumbuhan itu terbagi menjadi tiga aliran yaitu;
·
Pendirian Nativistik, Menurut
pendapat ahli mengenai aliran ini, Pertumbuhan individu itu semata-mata
ditentukan oleh faktor yang dibawa sejak lahir. Mereka berpendapat bahwa jika
orang tua seorang anak memiliki bakat tertentu, misalnya penyanyi atau pelukis,
maka bakat yang dimiliki orang tua itu bisa saja menurun dan diwariskan pada
anaknya. Sehingga anak tersebut memiliki suatu kemiripan dengan figure orang
tua kandungnya. Namun sampai saat ini masih diragukan apakah kesamaan yang
dimiliki anak dan orang tuanya ini berasal dari pembawaan sejak lahir ataukah
karena ditopang berbagai fasilitas yang menuntunnya melalui jalan yang sama
seperti orang tuanya.
·
Pendirian Empiristik dan
Enviromentalistik,Teori ini adalah kebalikan dari Nativistik.
Para ahli berpendapat bahwa pertumbuhan individu itu berasal dari lingkungannya
bukan pada dasar yang terpendam di dalam diri sejatinya.Jadi, pada
dasarnya, pendirian ini menolak pada dasar yang ada di dalam diri Individu dan
lebih menekankan pada lingkungan dimana Individu itu berada. Pendirian macam
ini biasa disebut Enviromentalistik. Menurut paham ini, di dalam pertumbuhan
Individu baik dasar maupun lingkungan sama-sama memegang pemeranan yang sangat
penting dimana bakat dan dasar yang dimiliki individu itu haruslah dapat
diserasikan dengan lingkungannya. Misalnya, seorang anak yang tumbuh di
lingkungan masyarakat normal suatu saat juga akan menjadi bagian dari
masyarakat tersebut ketika dewasa nanti sedangkan seorang anak yang hidup
terlantar di dalam hutan dan diasuh oleh komplotan serigala kelak ketika dewasa
nanti akan bertingkah laku layaknya serigala, ia meniru apa yang diberikan
lingkungan kepadanya.
·
Pendirian Konvergensi dan
Interaksionisme, Konsepsi konvergensi ialah konsepsi
interaksionisme yang berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi
antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu. Nampak lain
dengan konsepsi konvergensi yang berpandangan oleh dasar (bakat) dan
lingkungan.
D.
Tahapan Pertumbuhan Individu Berdasar Psikologi
·
Masa Vital (0 – 2), yaitu
masa seorang Individu untuk mempelajari berbagai hal yang ada di dunianya
karena pada masa itu ia baru dilahirkan ke dunia.
·
Masa Estetik (2 – 7), yaitu
masa seorang Individu mempelajari panca indera yang dimilikinya.
·
Masa Intelektual (7 – 14), yaitu
masa seorang Individu dalam mempelajari suatu hal yang dianggap baik atau buruk
dimana hal tersebut akan mempengaruhi pembentukan karakter yang ia miliki di
masa depan yang akan datang.
·
Masa Sosial (14 – 21), yaitu
masa dimana seorang Individu sudah dapat menguji dirinya sendiri lebih lanjut
dalam kehidupan serta menghasilkan suatu keterampilan dan kemampuan untuk
membuat pendirian hidup.
2. FUNGSI
– FUNGSI KELUARGA
A. PENGERTIAN KELUARGA
Keluarga berasal
bahasa Sanskerta: “kulawarga”; “ras” dan “warga” yang
berarti anggota. Berdasarkan penjelasan di atas, Keluarga adalah lingkungan
yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah.
Generalisasi
lain juga menerangkan bahwa keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang
terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di
suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Menurut Salvicion dan Celis
(1998), di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang
tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di
hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam
perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan
suatu kebudayaan
Keluarga
juga merupakan kelompok pertama yang dikenal oleh Individu dan memiliki
pengaruh yang sangat besar terhadap pertumbuhan maupun perkembangan Individu
tersebut baik sebelum maupun sesudah dirinya terjun secara langsung dan menjadi
bagian dari Masyarakat dalam lingkungannya.
B. MACAM – MACAM FUNGSI
KELUARGA
Fungsi
Keluarga adalah suatu pekerjaan atau tugas yang harus dilaksanakan oleh anggota
yang menjadi bagian di dalamnya itu. Adapun bermacam – macam fungsi yang
dimiliki oleh Keluarga adalah sebagai berikut;
·
Fungsi Biologis, yaitu
fungsi Keluarga dalam melakukan tugas utamanya untuk meneruskan keturunannya.
·
Fungsi Pemeliharaan, yaitu
fungsi Keluarga untuk melindungi setiap bagian anggota keluarganya dari
gangguan – gangguan dengan cara menyediakan rumah sebagai tempat bernaung,
memberikan layanan kesehatan ketika salah satu anggotanya sakit dan memberikan
keamanan dari segala bahaya yang mengancam.
·
Fungsi Ekonomi, yaitu
fungsi Keluarga sebagai pemenuh kebutuhan setiap anggotanya. Misalnya seperti
seorang kepala keluarga yang mencari nafka untuk mencukupi kebutuhan
keluarganya setiap hari.
·
Fungsi Keagamaan, yaitu
fungsi Keluarga sebagai media untuk mengenalkan/menanamkan nilai-nilai atau
unsur keagamaan kepada anggotanya. Misalnya dengan menanamkan keyakinan umat
manusia akan adanya Tuhan serta jalan hidup di dunia ini maupun di akhirat
kelak.
·
Fungsi Sosial, yaitu
fungsi Keluarga sebagai pemersiap masa depan anaknya jika kelak suatu saat
nanti terjun ke dalam dunia masyarakat dan lingkungannya.
Sedangkan
dalam Buku Sosial Dasar karangan Drs. Soewaryo Wangsanegara, beliau berpendapat
bahwa fungsi – fungsi dari sebuah Keluarga meliputi hal – hal seperti berikut;
·
Pembentukan Kepribadian, yaitu
fungsi keluarga sebagai peletak dasar kepribadian anak – anaknya dengan tujuan
untuk memproduksi atau melestarikan kepribadian mereka pada anak dan cucunya.
·
Alat Reproduksi, Erat
kaitannya dengan fungsi pertama, Keluarga dalam hal ini berfungsi sebagai alat
reproduksi kepribadian – kepribadian yang pada dasarnya berakar dari etika,
estetika, moral dan kebudayaan yang berkolerasi fungsional dengan sebuah
struktur dalam masyarakat tertentu.
·
Eksponen Dalam Kebudayaan, adalah
peran penting Keluarga sebagai transmisi kebudayaan kepada keturunannya.
·
Lembaga Ekonomi, Dalam
lembaga masyarakat biasanya tertdapat sistem kekeluargaan yang sangat luas.
Sistem kekeluargaan yang saling terjalin inilah yang dapat mempengaruhi dan
menguasai bidang perekonomian masing-masing keluarga tersebut yang menjadi
anggota di dalamnya.
·
Pusat Pengasuhan dan Pendidikan, Fungsi
Keluarga sebagai lembaga pendidikan kepada anaknya dimana mereka memberikan
wawasan terhadap keturunannya tersebut dengan caranya tersendiri. Misalnya
seorang anak lelaki akan mendapatkan pelatihan dari Ayahnya sebelum ia bisa
terjun dan menjadi anggota masyarakat begitu pula sebaliknya dimana anak
perempuan mendapat pengajaran dari Ibunya.
3. MASYARAKAT
A. DEFINISI
MASYARAKAT DAN PENDAPAT PARA AHLI
Masyarakat
adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan
tetap dan mempunyai kepentingan yang sama.
Sedangkan
menurut para ahli, masyarakat adalah;
·
Selo Sumarjan (1974),
masyarakatadalah orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan.
·
Koentjaraningrat (1994),
masyarakatadalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem
adat istiadat tertentu yang bersifat terus menerus dan terikat oleh suatu rasa
identitas yang sama.
·
Ralph Linton (1968),
masyarakatadalah setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama dalam
waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalam kehidupan bersama
dan mereka menganggap sebagai satu kesatuan sosial.
·
Karl Marx,masyarakat adalah
suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan
akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi
·
Paul B. Horton & C. Hunt,masyarakat merupakan
kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang
cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta
melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut
B. PENGGOLONGAN
MASYARAKAT
Dalam pertumbuhan dan
perkembangannya, Masyarakat dibedakan menjadi dua golongan yaitu Masyarakat
sederhana dan Masyarakat maju (modern).
·
Masyarakat Sederhana, Kelompok
masyarakat yang hidup dalam lingkungan sederhana dan cenderung pembagian
pekerjaannya dibedakan menurut jenis kelamin anggotanya.
·
Masyarakat Maju, Kelompok
yang memiliki banyak organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang
berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang hendak dicapainya. Dalam
lingkungannya, Masyarakat maju dapat dibedakan menjadi dua yaitu
Masyarakat Non-Industri dan
Masyarakat Industri sebagai berikut;
1. Masyarakat
Non-Industri, Secara garis besar, kelompoknasional atau
organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan,
yaitu kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder (secondary group)
·
Kelompok Primer, Dalam
kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat,
lebih akrab. Kelompok primer ini disebut juga kelompok ”face to face group”,
sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, karena itu saling
mengenal lebih dekat, lebih akrab.Sifat interaksidalam kelompok-kelompok
primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja
atau pembagian tugas pada kelompok, yaitu menerima serta menjalankan tugas idak
secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran, tanggung jawab para
anggota dan berlangsung atas dasar rasa simpati dan secara sukarela.
·
Kelompok Sekunder, Antara
anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga
kurang bersifat kekeluargaan.Oleh karena itu, sifat interaksi,
pembagian kerja antar anggota kelompok di atur atas dasar
pertimbangan-pertimbangan rasional. Obyektif. Para anggota menerima pembagian
kerja/tugas atas dasar kemampuan : keahlian tertentu, disamping dituntut
dedikasi. Hal-hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target dan tujuan tertentu
yang telah dif lot dalam program-program yang telah disepakati.
·
Masyarakat Industri, Jika
pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat
semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan
antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan. Otonomi
sejenis, juga menjadi ciri dari bagian atau kelompok-kelompok masyarakat
industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus
yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
4. HUBUNGAN
ANTARA INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT.
Manusia
sebagai makhluk individu dalam arti tidak dapat dipisahkan antara jiwa dan
raganya dalam prosesnya untuk bisa berkembang ia memerlukan keterpaduan antara
perkembangan jasmani maupun rohani. Sebagai makhluk yang sosial, seorang
individu tidak dapat berdiri sendiri dan saling membutuhkan antara dirinya
sendiri dengan individu lainnya untuk mengadakan hubungan sosialisasi di tengah
– tengah masyarakat. Keluarga yang memiliki berbagai fungsi yang dijalankannya
merupakan perwujudan dari suatu wahana/wadah dimana seorang Individu mengalami
proses bersosialisai untuk yang pertama kalinya juga memiliki peranan yang
begitu penting bagi Individu tersebut karena dari keluargalah seorang Individu
itu ditempa karakternya untuk bisa menjadi bagian dari masyarakat luas ketika
dewasa nanti. Sebagai bagian yang tak dapat dipisahkan dari masyarakat,
keluarga juga memiliki korelasi fungsional dengan masyarakat tertentu. Itulah
sebabnya mengapa proses pengembangan Individu menjadi seseorang yang berwatak
dan memiliki kepribadian seharusnya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat
yang ada, sehingga seorang Individu menjadi seseorang yang dewasa dan mampu
mengendalikan dirinya sendiri juga melakukan sosialisasi di dalam masyarakat
yang ada di lingkungannya. Masyarkat adalah kelompok manusia yang saling
berinteraksi dan memiliki keterikatan untuk mencapai suatu tujuan bersama.
Masyarakat adalah tempat dimana seorang Individu mampu melihat dengan jelas
proyeksi pengembangan itu. Jika keluarga adalah tempat dimana awal proses
bermula, maka dalam masyarakatlah individu akan di uji coba untuk mengembangkan
apa yang telah ia dapatkan dari keluarganya untuk diterapkan ketika menjadi bagian
dari masyarakat. Seorang individu yang berada dalam masyarakat tertentu berarti
dirinya telah berada dalam suatu konteks budaya tertentu. Pada tahap inilah
arti keunikan individu itu menjadi jelas dan bermakna, karena disinilah
Individu itu akan terlibat secara langsung dan menjadi perwujudan anggota
masyarakat.
SUMBER REFERENSI :
Buku Sociology Edisi 1A, 1B, 2A, Penerbit Erlangga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar