Jumat, 09 November 2018
Perbedaan antara makalah, skripsi dan jurnal
Apasih perbedaan antara makalah, skripsi dan jurnal?
1. Makalah
adalah karya tulis ilmiah yang
menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang
bersifat empiris-objektif. Makalah menyajikan masalah dengan melalui proses
berpikir deduktif atau induktif. Makalah disusun, biasanya untuk melengkapi tugas-tugas
ujian mata kuliah tertentu atau untuk memberikan saran pemecahan tentang suatu masalah
secara ilmiah. Makalah menggunakan bahasa yang lugas dan tegas. Jika dilihat bentuknya,
makalah adalah bentuk yang paling sederhana di antara karya tulis ilmiah yang
lain. Di samping itu, makalah dapat merupakan karya tulis tentang suatu pokok persoalan
yang tujuan utamanya untukditerbitkan dalam suatu majalah (Arifin, 1987).
2. Skripsi
adalah tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar
akademik sarjana strata satu (S1) (Indriati, 2001). Skripsi mengemukakan pendapat
penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh
data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung
(observasi lapangan) maupun penelitian tidak langsung (studi kepustakaan).
Skripsi ditulis biasanya, untuk melengkapi syarat guna memperoleh gelar sarjana
muda/diploma atau sarjana dan penyusunannya dibimbing oleh seorang dosen atau tim
yang ditunjuk oleh suatu lembaga pendidikan tinggi. Dengan demikian, data atau fakta
boleh didasarkan pada pengalaman empiris, hasil kerja lapangan (field work)
atau diperoleh dari data kepustakaan (Arifin, 1987).
3. Jurnal
merupakan hasil penelitian yang hanya diambil
bagian-bagian pentingnya saja. Jurnal penelitiannya bisa dilakukan lebih dari satu
orang, sedangkan skripsi hanya untuk satu orang. Skripsi penulisannya terbagi dalam
beberapa bab, sedangkan jurnal penulisannya tidak memakai bab-bab. Pada jurnal tinjauan
pustaka tidak dimuat dalam bab tersendiri, dan latar belakangnya hanya yang
terpenting yang dimuat. Pada jurnal, gambar-gambarnya langsung
dilampirkan sesuai data.
Makalah Dampak Rencana Akses Jalan Tol Pandaan-Malang Terhadap Jalan Asrikaton, Ampeldento, Sekarpuro dan Ki Ageng Gribig.
PENULISAN
DAN PRESENTASI
DAMPAK
RENCANA AKSES JALAN TOL PANDAAN-MALANG TERHADAP JALAN ASRIKATON, AMPELDENTO,
SEKARPURO DAN KI AGENG GRIBIG

NAMA : ALMA LISTI PRASETYA
KELAS : 3TA03
NPM : 10316626
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2018
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Allah SWT yang hingga saat ini masih memberikan kita nikmat
iman dan kesehatan, sehingga saya diberi kesempatan yang luar biasa ini yaitu
kesempatan untuk menyelesaikan tugas penulisan makalah tentang “Dampak Rencana
Akses Jalan Tol Pandaan-Malang Terhadap Jalan Asrikaton, Ampeldento, Sekarpuro
dan Ki Ageng Gribig.”
Shalawat
serta salam tidak lupa selalu kita haturkan untuk junjungan nabi agung kita,
yaitu Nabi Muhammad SAW yang telah menyampaikan petunjukan Allah SWT untuk kita
semua, yang merupakan sebuah pentunjuk yang paling benar yakni Syariah agama
Islam yang sempurna dan merupakan satu-satunya karunia paling besar bagi
seluruh alam semesta.Sekaligus pula kami menyampaikan rasa terimakasih yang
sebanyak-banyaknya untuk Ibu Diyanti selaku dosen mata kuliah Teknik Sipil
Universitas Gunadarma yang telah menyerahkan kepercayaannya kepada saya guna
menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Kami juga berharap dengan
sungguh-sungguh supaya makalah ini mampu berguna serta bermanfaat dalam meningkatkan
pengetahuan tentang Dampak Rencana Akses Jalan Tol Pandaan-Malang Terhadap
Jalan Asrikaton, Ampeldento, Sekarpuro dan Ki Ageng Gribig.
Saya
sadar bahwa pada makalah kami ini dapat ditemukan banyak sekali kekurangan
serta jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, kami benar-benar menanti kritik
dan saran untuk kemudian dapat saya revisi dan saya tulis di masa yang
selanjutnya, sebab sekali kali lagi saya menyadari bahwa tidak ada sesuatu yang
sempurna tanpa disertai saran yang konstruktif.
Di
akhir saya berharap makalah sederhana saya ini dapat dimengerti oleh setiap
pihak yang membaca. Saya pun memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam
makalah saya terdapat perkataan yang tidak berkenan di hati.
DAFTAR ISI
COVER……………………………………………………………………………………….1
KATA
PENGANTAR………………………………………………………………………..2
DAFTAR
ISI………………………………………………………………………………….3
BAB
1 PENDAHULUAN……………………………………………………………………4
A. Latar
Belakang………………………………………………………………..4
B. Rumusan
Masalah…………………………………………………………….5
C. Tujuan
Penelitian……………………………………………………………..5
BAB 2
PEMBAHASAN……………………………………………………………………..6
A .Pemodelan
Peregrakan Setelah Beroperasinya Jalan Tol Pandaan- Malang…………...........………………………………….............................6
B. Perbaikan
Jaringan Jalan..........……………………………………………..7
BAB 3
PENUTUP…………………………………………………………………………..8
A. Kesimpulan………………………………………………………………….9
B. Saran...............................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………….10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kota Malang merupakan kota terpadat kedua di Provinsi Jawa Timur
setelah Kota Surabaya. Banyaknya perguruan tinggi di Kota Malang membuat banyak
orang datang untuk menimba ilmu disini sehingga dijuluki dengan kota
pendidikan. Tidak hanya itu, Malang juga banyak dijadikan sebagai destinasi
wisata dikarenakan memiliki banyak tempat wisata yang sangat baik dan menarik
untuk dikunjungi. Iklim cuaca yang sejuk juga merupakan salah satu alasan
banyak orang yang memilih Kota Malang untuk perantauan, sehingga pertumbuhan
penduduk di Kota Malang setiap tahunnya meningkat dan semakin padat. Dengan
fakta-fakta yang ada, maka Kota Malang harus mengembangkan sarana dan prasarana
yang terintegrasi dengan baik.
Padatnya jumlah penduduk di Kota Malang tidak diiringi dengan
sarana prasarana yang memadai. Sarana dan prasarana sendiri memiliki peran
penting dalam meningkatkan aspek ekonomi, sosial, budaya dan menghubungkan
antar wilayah. Selain itu, sarana prasarana juga berperan meningkatkan jaringan
transportasi, komunikasi, dan informatika yang membuat orang, barang, atau jasa
bergerak dari satu tempat ketempat lain dan pertukaran informasi secara cepat.
Sarana transportasi sendiri memiliki fungsi yang sangat penting dalam kemajuan
suatu daerah sebagai alat penghubung bagi masyarakat atau penduduk dalam
memenuhi kebutuhan, sehingga segala kegiatan, seperti pertanian, perindustrian,
dan perekonomian berjalan dengan lancar.
Pemerintah Indonesia hingga saat ini terus melaksanakan Pembangunan
Nasional. Salah satu fokus pada saat ini adalah penyediaan sarana prasarana
jaringan transportasi, diantaranya adalah pembangunan Jalan Tol. Jalan Tol
sangat penting bagi masyarakat dalam bidang perhubungan sehingga dapat membantu
masyarakat agar lebih mudah dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Diantaranya
adalah pembangunan Jalan Tol untuk menghubungkan Kota Malang dengan Kota
Surabaya yaitu Jalan Tol Pandaan-Malang. Dengan adanya akses Jalan Tol
Pandaan-Malang akan merubah status beberapa ruas jalan yang berada di Kota
Malang yang bermula berstatus jalan kota akan berubah menjadi jalan provinsi
atau jalan nasional, karena jalan yang digunakan untuk melakukan kegiatan
transportasi dengan menggunakan kendaraan berat seharusnya berstatus sebagai
jalan tersebut dan saat ini jalur yang di lalui oleh truk di kota Malang
diantaranya adalah Jalan Ahmad Yani Utara - Jalan Raden Intan - Jalan Panji
Suroso - Jalan Sunandar Priyo Sudarmo yang merupakan jalan nasional. Setelah adanya
akses jalan tol Pandaan-Malang, jalur yang akan di lalui truk nantinya akan di
alihkan ke Jalan Laksana Adi Sucipto – Jalan Raya Wendit Barat – Jalan Raya
Bugis – Jalan Raya Asrikaton – Jalan Raya Ampeldento – Jalan Raya Sekarpuro –
Jalan Raya Ki Ageng Gribig, sehingga beban lalu lintas yang melewati ruas jalan
tersebut akan berubah. Akibat pengalihan jalur tersebut maka, status jalan kota
dan kabupaten ini mengalami perubahan menjadi status jalan nasional atau jalan
provinsi dan mengakibatkan beberapa dampak lalu lintas.
Jalan Tol Pandaan-Malang merupakan kelanjutan dari Jalan Tol
Gempol-Pandaan yang direncanakan memiliki panjang 37,6 km dan melintasi tiga
wilayah, yakni Pasuruan, Kota malang dan Kabupaten Malang (Surat Keputusan
Gubernur Jawa Timur tanggal 7 Juni 2011, Nomor: 188/282/KPTS/013/2011). Salah
satu akses Jalan Tol Pandaan-Malang yang di rencanakan akan berada di Jalan Ki
Ageng Gribig dan terhubung dengan Jalan Raya Bugis, Jalan Raya Wendit Barat,
dan Jalan Laksana Adi Sucipto, status masing-masing jalan tersebut adalah jalan
kota dan jalan kabupaten. Jalan Tol ini juga sangat penting bagi masyarakat
dalam bidang perhubungan sehingga dapat membantu masyarakat agar lebih mudah
dalam melakukan kegiatan transportasi dari/ke kota Malang dan Surabaya.
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas maka dapat disimpulkan yaitu bagaimana
perubahaan status beberapa ruas jalan yang berada di kota malang dari jalan
kotan menjadi jalan provinsi?
1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah, tujuan makalah ini, yaitu:
1.
Mengetahui kinerja lalu lintas saat ini di
Jalan Raya Asrikaton – Jalan Raya Ki Ageng Gribig. Sebelum adanya pembangunan
Jalan Tol Pandaan-Malang?
2.
Melakukan analisis kinerja lalu lintas yang
ditimbulkan akibat pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang?
3.
Memberi rekomendasi penanganan untuk mengurangi
Dampak Rencana Akses Jalan Tol Terhadap Ruas Jalan Asrikaton-Ki Ageng Gribig?
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pemodelan Pergerakan Setelah Beroperasina Jalan Tol Pandaan-Malang
Kinerja lalu lintas tiap jaringan jalan setelah beroperasinya jalan
Tol Pandaan-Malang didapatkan dari hasil penjumlahan kondisi eksisting dan
model bangkitan dan tarikan setelah dikalikan dengan prosentase pembebanan
jaringan jalan. Dalam pemodelan pergerakan lalu lintas yang terjadi setelah
beroperasinya jalan Tol Pandaan-Malang, penulis terlebih dahulu melakukan
survai asal tujuan yang dilaksanakan pada hari Selasa - Rabu, 26-27 Juni 2018
di daerah Randu Agung. Berikut hasil survai kendaraan berat yang di laksanakan.
Tabel Survai Asal-Tujuan Kendaraat Berat
|
Asal/Tujuan
|
Prosentase
|
|
|
|
|
Dari/ke Malang Kota menggunakan jalan tol
|
43%
|
|
|
|
|
Dari/ke Malang Kabupaten menggunakan jalan
tol
|
6%
|
|
|
|
|
Dari/ke Malang Kota menggunakan jalan non tol
|
28%
|
|
|
|
|
Dari/ke Malang Kabupaten menggunakan jalan
non tol
|
24%
|
|
|
|
2.2 Perbaikan Jaringan Jalan
Rekapitulasi Perbandingan Analisis Kinerja Lalu Lintas Antara
Kondisi Setelah Beroperasinya Jalan Tol Pandaan-Malang Baik Sebelum Perbaikan
dan Sesudah Perbaikan dan Kondisi Lima Tahun Mendatang Baik Sebelum Perbaikan
dan Sesudah Perbaikan. Perbaikan yang dilakukan berupa pelebaran dan menajeman
lalu lintas pada ruas dan simpang jalan yang distudi.
|
Nama Jaringan Jalan
|
Setelah Beroperasinya Jalan Tol Pandaan-Malang
|
Kondisi Lima Tahun Mendatang
|
||
|
Sebelum Perbaikan
|
Sesudah Perbaikan
|
Sebelum Perbaikan
|
Sesudah Perbaikan
|
|
|
Pertigaan Bandaraan ABD. Salah
|
C
|
B
|
B
|
B
|
|
Ruas Jl. Raya Asrikaton
|
C
|
C
|
C
|
C
|
|
Perempatan Ampeldento
|
F
|
D
|
F
|
C
|
|
Ruas Jl. Raya Ampeldento
|
C
|
C
|
C
|
C
|
|
Pertigaan Wisnuwardhana
|
C
|
B
|
B
|
B
|
|
Ruas Jalan Sekarpuro
|
D
|
C
|
C
|
C
|
|
Pertigaan Modyopuro
|
F
|
C
|
D
|
C
|
Sumber : Hasil Analisis
BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1.
Kinerja lalu lintas eksisting diantaranya
adalah Ruas Jalan Raya Asrikaton pada jam puncak hari Senin pagi dengan DS
sebesar 0.5896, Ruas Jalan Raya
Ampeldento pada jam puncak hari Sabtu sore sebesar 0.6144 dan Ruas Jalan Raya Sekarpuro pada jam puncak hari Sabtu
sore sebesar 0.7999. Ketiganya
memiliki tingkat pelayanan kondisi C. Persimpangan Tidak Bersinyal Bandara
Abdurahman Saleh pada jam puncak hari Sabtu sore dengan DS sebesar 0.925 dan tundaan simpang rata-rata 16.32 det/smp dengan tingkat pelayanan kondisi C, tundaan simpang rata-rata
Simpang Tidak Bersinyal Ampeldento pada jam puncak hari Senin pagi >45 det/smp dalam kondisi tingkat
pelayanan F dengan DS>1. Pada Simpang Tidak Bersinyal Wisnuwardhana untuk
jam puncak hari Sabtu sore memiliki DS sebesar 0.983 serta tundaan rata-rata simpang sebesar 18.29 det/smp dengan tingkat pelayanannya C. Dan untuk Simpang
Tidak Bersinyal Madyopuro pada jam puncak hari Senin pagi memiliki DS > 1
dan tundaan rata-rata >45 det/smp
sehingga memiliki tingkat pelayanan F.
2.
Penulis menggunakan pemodelan bangkitan dan
tarikan berdasarkan Prediksi kendaraan berat menggunakan jalan tol
Pandaan-malang sebesar 30% dari kendaraan berat yang melintas pada jaringan
jalan yang di tinjau. Bangkitan yang di peroleh dari pemodelan adalah sebesar
24 % dari jumlah kendaraan berat yang melintas dan tarikan yang di peroleh
sebesar 6% dari jumlah kendaraan berat yang melintas. Dengan adanya pembangunan
Jalan Tol Pandaan-Malang sehingga memberikan dampak perubahan terhadap daerah
sekitarnya terutama pada Ruas Jalan Raya Asrikaton, Ruas Jalan Raya Ampeldento,
Ruas Jalan Raya Sekarpuro dan Ruas Jalan Raya Ki Ageng Gribig. Perubahan
signifikan yang terjadi adalah menurunnya tingkat pelayanan jaringan ruas jalan
tersebut. Hal ini dapat dilihat dari nilai DS (Derajat Kejenuhan) dan tundaan
rata-rata masing-masing kondisi jaringan jalan. Diantaranya adalah Simpang
Ampeldento dan Simpang Madyopuro yang memiliki nilai DS > 1 serta tundaan
rata-rata >45 det/smp sehingga
memiliki tingkat pelayanan F
3.
Dampak yang ditimbulkan akibat adanya
pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang memerlukan beberapa alternatif pemecahan
masalah untuk meningkatkan kinerja lalu lintas yaitu :
a.
Manajemen Lalu Lintas
Melihat kondisi Simpang Ampeldento dan Simpang Madyopuro pada
kondisi eksisting maupun kondisi setelah beroperasinya Jalan Tol
Pandaan-Malang, tingkat kinerja lalu lintas pada kedua simpang tersebut sangat
tidak layak sehingga dibutuhkan manajemen lalu lintas yang baru yaitu dengan
memberikan lampu lalu lintas pada dua simpang tersebut. Dengan begitu maka
Simpang Ampeldento dan Simpang Madyopuro yang awalnya merupakan Simpang Tidak
Bersinyal dirubah menjadi Simpang Bersinyal dua fase sehingga dapat
meningkatkan tingkat kinerja lalu lintasnya.
b. Perubahan pada geometrik
(pelebaran jalan)
Kondisi jalan yang memerlukan pelebaran jalan diantaranya adalah
pada Ruas Jalan Raya Asrikaton, Ruas Jalan Raya Ampeldento dan Ruas Jalan Raya
Sekarpuro sebesar 11 m. Untuk Simpang Tidak Bersinyal Bandara Abdul Rachman
Saleh dan Simpang Tidak Bersinyal Wisnuwardhana sebesar 11 m. Pada Simpang
Tidak Bersinyal Ampeldento mengalami perbaikan pelebaran pada 3 kaki ruas jalan
mayor sebesar 16 m dan ruas jalan minor sebesar 6 m, sedangkan untuk Simpang
Tidak Bersinyal Madyopuro mengalami pelebaran pada ruas jalan mayor sebesar 16
m.
3.2 Saran
Dari
hasil analisis dan kesimpulan yang telah dilakukan pada kajian ini maka saran
yang dapat diberikan sebagai berikut :
1.
Bagi instansi terkait dapat memanfaatkan hasil
kajian ini untuk mengantisipasi kinerja lalu lintas di sekitar kawasan ruas
jalan yang ditinjau mengalami penurunan kualitas sehingga dapat mengganggu
pengguna jalan. Hasil perhitungan yang sudah direkomendasikan dapat dijadikan
pertimbangan dalam perencanaan sarana dan prasarana transportasi lalu lintas
pada masa mendatang khususnya dalam waktu lima tahun mendatang.
2.
Dikarenakan tingkat pelayanan jalan untuk klasifikasi
jalan nasional harus memiliki standar minimum dengan nilai B maka diperlukan
lagi alternatif perbaikan jalan lagi selain pelebaran jalan dan perubahan
simpang tidak bersinyal menjadi simpang bersinyal. Alternatif perbaikan jalan
ini nantinya bisa digunakan sebagai pembaharuan untuk studi selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Badan
Pusat Statistik (2018).
Jumlah Penduduk Kota Malang: https://jatim.bps.go.id/ (diakses
Juli 2018).
Badan Pusat Statistik (2018). Tingkat Pertumbuhan Kendaraan Kota Malang. Malang: BPS.
Badan
Pusat Statistik. (2018).
Produk Domestik Regional Bruto Kota Malang.
Malang: BPS.
Departemen Pekerjaan Umum. (1997). Manual Kapasitas Jalan Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Marga.
Gubernur
Jawa Timur. (2011).
Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur tanggal 7 Juni
2011, Nomor: 188/282/KPTS/013/2011. Surabaya:
Gubernur Jawa Timur
Hobbs,
F.D, (1995), Perencanaan dan Teknik Lalu
Lintas, Penerbit Gadjah Mada
University Press
Khristy, C. Jhotin, and Lall, B. Kent (2003).
Dasar-Dasar Rekayasa Transportasi. Bandung : Erlangga.
Morlok, Edward K. (1991). Pengantar Teknik dan Perencanaan
Transportasi. Jakarta:
Erlangga
Sugiyono. (2005). Metode Penelitian Bisnis. Bandung:
Alfabeta
Tamin, Ofyar Z. (1997). Perencanaan dan Permodelan
Transportasi edisi pertama. Bandung:
Penerbit ITB.
Tamin, Ofyar Z. (2000). Perencanaan
dan Permodelan Transportasi edisi
kedua. Bandung : Penerbit ITB.
Langganan:
Postingan (Atom)