LOGO GUNADARMA

Jumat, 09 November 2018

Makalah Dampak Rencana Akses Jalan Tol Pandaan-Malang Terhadap Jalan Asrikaton, Ampeldento, Sekarpuro dan Ki Ageng Gribig.

PENULISAN DAN PRESENTASI
DAMPAK RENCANA AKSES JALAN TOL PANDAAN-MALANG TERHADAP JALAN ASRIKATON, AMPELDENTO, SEKARPURO DAN KI AGENG GRIBIG

Image result for logo gunadarma

NAMA       : ALMA LISTI PRASETYA
KELAS       : 3TA03
NPM           : 10316626

UNIVERSITAS GUNADARMA
2018


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang hingga saat ini masih memberikan kita nikmat iman dan kesehatan, sehingga saya diberi kesempatan yang luar biasa ini yaitu kesempatan untuk menyelesaikan tugas penulisan makalah tentang “Dampak Rencana Akses Jalan Tol Pandaan-Malang Terhadap Jalan Asrikaton, Ampeldento, Sekarpuro dan Ki Ageng Gribig.”
Shalawat serta salam tidak lupa selalu kita haturkan untuk junjungan nabi agung kita, yaitu Nabi Muhammad SAW yang telah menyampaikan petunjukan Allah SWT untuk kita semua, yang merupakan sebuah pentunjuk yang paling benar yakni Syariah agama Islam yang sempurna dan merupakan satu-satunya karunia paling besar bagi seluruh alam semesta.Sekaligus pula kami menyampaikan rasa terimakasih yang sebanyak-banyaknya untuk Ibu Diyanti selaku dosen mata kuliah Teknik Sipil Universitas Gunadarma yang telah menyerahkan kepercayaannya kepada saya guna menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Kami juga berharap dengan sungguh-sungguh supaya makalah ini mampu berguna serta bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan tentang Dampak Rencana Akses Jalan Tol Pandaan-Malang Terhadap Jalan Asrikaton, Ampeldento, Sekarpuro dan Ki Ageng Gribig.
Saya sadar bahwa pada makalah kami ini dapat ditemukan banyak sekali kekurangan serta jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, kami benar-benar menanti kritik dan saran untuk kemudian dapat saya revisi dan saya tulis di masa yang selanjutnya, sebab sekali kali lagi saya menyadari bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa disertai saran yang konstruktif.
Di akhir saya berharap makalah sederhana saya ini dapat dimengerti oleh setiap pihak yang membaca. Saya pun memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam makalah saya terdapat perkataan yang tidak berkenan di hati.








DAFTAR ISI


COVER……………………………………………………………………………………….1
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………..2
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………….3
BAB 1 PENDAHULUAN……………………………………………………………………4
A.    Latar Belakang………………………………………………………………..4
B.     Rumusan Masalah…………………………………………………………….5
C.     Tujuan Penelitian……………………………………………………………..5

BAB 2 PEMBAHASAN……………………………………………………………………..6
A .Pemodelan Peregrakan Setelah Beroperasinya Jalan Tol Pandaan- Malang…………...........………………………………….............................6
B.     Perbaikan Jaringan Jalan..........……………………………………………..7

BAB 3 PENUTUP…………………………………………………………………………..8
A.    Kesimpulan………………………………………………………………….9
B.     Saran...............................................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………….10









BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kota Malang merupakan kota terpadat kedua di Provinsi Jawa Timur setelah Kota Surabaya. Banyaknya perguruan tinggi di Kota Malang membuat banyak orang datang untuk menimba ilmu disini sehingga dijuluki dengan kota pendidikan. Tidak hanya itu, Malang juga banyak dijadikan sebagai destinasi wisata dikarenakan memiliki banyak tempat wisata yang sangat baik dan menarik untuk dikunjungi. Iklim cuaca yang sejuk juga merupakan salah satu alasan banyak orang yang memilih Kota Malang untuk perantauan, sehingga pertumbuhan penduduk di Kota Malang setiap tahunnya meningkat dan semakin padat. Dengan fakta-fakta yang ada, maka Kota Malang harus mengembangkan sarana dan prasarana yang terintegrasi dengan baik.
Padatnya jumlah penduduk di Kota Malang tidak diiringi dengan sarana prasarana yang memadai. Sarana dan prasarana sendiri memiliki peran penting dalam meningkatkan aspek ekonomi, sosial, budaya dan menghubungkan antar wilayah. Selain itu, sarana prasarana juga berperan meningkatkan jaringan transportasi, komunikasi, dan informatika yang membuat orang, barang, atau jasa bergerak dari satu tempat ketempat lain dan pertukaran informasi secara cepat. Sarana transportasi sendiri memiliki fungsi yang sangat penting dalam kemajuan suatu daerah sebagai alat penghubung bagi masyarakat atau penduduk dalam memenuhi kebutuhan, sehingga segala kegiatan, seperti pertanian, perindustrian, dan perekonomian berjalan dengan lancar.
Pemerintah Indonesia hingga saat ini terus melaksanakan Pembangunan Nasional. Salah satu fokus pada saat ini adalah penyediaan sarana prasarana jaringan transportasi, diantaranya adalah pembangunan Jalan Tol. Jalan Tol sangat penting bagi masyarakat dalam bidang perhubungan sehingga dapat membantu masyarakat agar lebih mudah dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Diantaranya adalah pembangunan Jalan Tol untuk menghubungkan Kota Malang dengan Kota Surabaya yaitu Jalan Tol Pandaan-Malang. Dengan adanya akses Jalan Tol Pandaan-Malang akan merubah status beberapa ruas jalan yang berada di Kota Malang yang bermula berstatus jalan kota akan berubah menjadi jalan provinsi atau jalan nasional, karena jalan yang digunakan untuk melakukan kegiatan transportasi dengan menggunakan kendaraan berat seharusnya berstatus sebagai jalan tersebut dan saat ini jalur yang di lalui oleh truk di kota Malang diantaranya adalah Jalan Ahmad Yani Utara - Jalan Raden Intan - Jalan Panji Suroso - Jalan Sunandar Priyo Sudarmo yang merupakan jalan nasional. Setelah adanya akses jalan tol Pandaan-Malang, jalur yang akan di lalui truk nantinya akan di alihkan ke Jalan Laksana Adi Sucipto – Jalan Raya Wendit Barat – Jalan Raya Bugis – Jalan Raya Asrikaton – Jalan Raya Ampeldento – Jalan Raya Sekarpuro – Jalan Raya Ki Ageng Gribig, sehingga beban lalu lintas yang melewati ruas jalan tersebut akan berubah. Akibat pengalihan jalur tersebut maka, status jalan kota dan kabupaten ini mengalami perubahan menjadi status jalan nasional atau jalan provinsi dan mengakibatkan beberapa dampak lalu lintas.
Jalan Tol Pandaan-Malang merupakan kelanjutan dari Jalan Tol Gempol-Pandaan yang direncanakan memiliki panjang 37,6 km dan melintasi tiga wilayah, yakni Pasuruan, Kota malang dan Kabupaten Malang (Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur tanggal 7 Juni 2011, Nomor: 188/282/KPTS/013/2011). Salah satu akses Jalan Tol Pandaan-Malang yang di rencanakan akan berada di Jalan Ki Ageng Gribig dan terhubung dengan Jalan Raya Bugis, Jalan Raya Wendit Barat, dan Jalan Laksana Adi Sucipto, status masing-masing jalan tersebut adalah jalan kota dan jalan kabupaten. Jalan Tol ini juga sangat penting bagi masyarakat dalam bidang perhubungan sehingga dapat membantu masyarakat agar lebih mudah dalam melakukan kegiatan transportasi dari/ke kota Malang dan Surabaya.

1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas maka dapat disimpulkan yaitu bagaimana perubahaan status beberapa ruas jalan yang berada di kota malang dari jalan kotan menjadi jalan provinsi?
1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah, tujuan makalah ini, yaitu:
1.        Mengetahui kinerja lalu lintas saat ini di Jalan Raya Asrikaton – Jalan Raya Ki Ageng Gribig. Sebelum adanya pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang?
2.        Melakukan analisis kinerja lalu lintas yang ditimbulkan akibat pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang?
3.        Memberi rekomendasi penanganan untuk mengurangi Dampak Rencana Akses Jalan Tol Terhadap Ruas Jalan Asrikaton-Ki Ageng Gribig?

BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Pemodelan Pergerakan Setelah Beroperasina Jalan Tol Pandaan-Malang
Kinerja lalu lintas tiap jaringan jalan setelah beroperasinya jalan Tol Pandaan-Malang didapatkan dari hasil penjumlahan kondisi eksisting dan model bangkitan dan tarikan setelah dikalikan dengan prosentase pembebanan jaringan jalan. Dalam pemodelan pergerakan lalu lintas yang terjadi setelah beroperasinya jalan Tol Pandaan-Malang, penulis terlebih dahulu melakukan survai asal tujuan yang dilaksanakan pada hari Selasa - Rabu, 26-27 Juni 2018 di daerah Randu Agung. Berikut hasil survai kendaraan berat yang di laksanakan.
Tabel Survai Asal-Tujuan Kendaraat Berat
Asal/Tujuan
Prosentase


Dari/ke Malang Kota menggunakan jalan tol
43%


Dari/ke Malang Kabupaten menggunakan jalan tol
6%


Dari/ke Malang Kota menggunakan jalan non tol
28%


Dari/ke Malang Kabupaten menggunakan jalan non tol
24%














2.2 Perbaikan Jaringan Jalan
Rekapitulasi Perbandingan Analisis Kinerja Lalu Lintas Antara Kondisi Setelah Beroperasinya Jalan Tol Pandaan-Malang Baik Sebelum Perbaikan dan Sesudah Perbaikan dan Kondisi Lima Tahun Mendatang Baik Sebelum Perbaikan dan Sesudah Perbaikan. Perbaikan yang dilakukan berupa pelebaran dan menajeman lalu lintas pada ruas dan simpang jalan yang distudi.

Nama Jaringan Jalan
Setelah Beroperasinya Jalan Tol Pandaan-Malang
Kondisi Lima Tahun Mendatang
Sebelum Perbaikan
Sesudah Perbaikan
Sebelum Perbaikan
Sesudah Perbaikan
Pertigaan Bandaraan ABD. Salah
C
B
B
B
Ruas Jl. Raya Asrikaton
C
C
C
C
Perempatan Ampeldento
F
D
F
C
Ruas Jl. Raya Ampeldento
C
C
C
C
Pertigaan Wisnuwardhana
C
B
B
B
Ruas Jalan Sekarpuro
D
C
C
C
Pertigaan Modyopuro
F
C
D
C

Sumber : Hasil Analisis







BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1.        Kinerja lalu lintas eksisting diantaranya adalah Ruas Jalan Raya Asrikaton pada jam puncak hari Senin pagi dengan DS sebesar 0.5896, Ruas Jalan Raya Ampeldento pada jam puncak hari Sabtu sore sebesar 0.6144 dan Ruas Jalan Raya Sekarpuro pada jam puncak hari Sabtu sore sebesar 0.7999. Ketiganya memiliki tingkat pelayanan kondisi C. Persimpangan Tidak Bersinyal Bandara Abdurahman Saleh pada jam puncak hari Sabtu sore dengan DS sebesar 0.925 dan tundaan simpang rata-rata 16.32 det/smp dengan tingkat pelayanan kondisi C, tundaan simpang rata-rata Simpang Tidak Bersinyal Ampeldento pada jam puncak hari Senin pagi >45 det/smp dalam kondisi tingkat pelayanan F dengan DS>1. Pada Simpang Tidak Bersinyal Wisnuwardhana untuk jam puncak hari Sabtu sore memiliki DS sebesar 0.983 serta tundaan rata-rata simpang sebesar 18.29 det/smp dengan tingkat pelayanannya C. Dan untuk Simpang Tidak Bersinyal Madyopuro pada jam puncak hari Senin pagi memiliki DS > 1 dan tundaan rata-rata >45 det/smp sehingga memiliki tingkat pelayanan F.

2.        Penulis menggunakan pemodelan bangkitan dan tarikan berdasarkan Prediksi kendaraan berat menggunakan jalan tol Pandaan-malang sebesar 30% dari kendaraan berat yang melintas pada jaringan jalan yang di tinjau. Bangkitan yang di peroleh dari pemodelan adalah sebesar 24 % dari jumlah kendaraan berat yang melintas dan tarikan yang di peroleh sebesar 6% dari jumlah kendaraan berat yang melintas. Dengan adanya pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang sehingga memberikan dampak perubahan terhadap daerah sekitarnya terutama pada Ruas Jalan Raya Asrikaton, Ruas Jalan Raya Ampeldento, Ruas Jalan Raya Sekarpuro dan Ruas Jalan Raya Ki Ageng Gribig. Perubahan signifikan yang terjadi adalah menurunnya tingkat pelayanan jaringan ruas jalan tersebut. Hal ini dapat dilihat dari nilai DS (Derajat Kejenuhan) dan tundaan rata-rata masing-masing kondisi jaringan jalan. Diantaranya adalah Simpang Ampeldento dan Simpang Madyopuro yang memiliki nilai DS > 1 serta tundaan rata-rata >45 det/smp sehingga memiliki tingkat pelayanan F
3.        Dampak yang ditimbulkan akibat adanya pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang memerlukan beberapa alternatif pemecahan masalah untuk meningkatkan kinerja lalu lintas yaitu :



a.         Manajemen Lalu Lintas

Melihat kondisi Simpang Ampeldento dan Simpang Madyopuro pada kondisi eksisting maupun kondisi setelah beroperasinya Jalan Tol Pandaan-Malang, tingkat kinerja lalu lintas pada kedua simpang tersebut sangat tidak layak sehingga dibutuhkan manajemen lalu lintas yang baru yaitu dengan memberikan lampu lalu lintas pada dua simpang tersebut. Dengan begitu maka Simpang Ampeldento dan Simpang Madyopuro yang awalnya merupakan Simpang Tidak Bersinyal dirubah menjadi Simpang Bersinyal dua fase sehingga dapat meningkatkan tingkat kinerja lalu lintasnya.
b.    Perubahan pada geometrik (pelebaran jalan)

Kondisi jalan yang memerlukan pelebaran jalan diantaranya adalah pada Ruas Jalan Raya Asrikaton, Ruas Jalan Raya Ampeldento dan Ruas Jalan Raya Sekarpuro sebesar 11 m. Untuk Simpang Tidak Bersinyal Bandara Abdul Rachman Saleh dan Simpang Tidak Bersinyal Wisnuwardhana sebesar 11 m. Pada Simpang Tidak Bersinyal Ampeldento mengalami perbaikan pelebaran pada 3 kaki ruas jalan mayor sebesar 16 m dan ruas jalan minor sebesar 6 m, sedangkan untuk Simpang Tidak Bersinyal Madyopuro mengalami pelebaran pada ruas jalan mayor sebesar 16 m.
3.2 Saran

Dari hasil analisis dan kesimpulan yang telah dilakukan pada kajian ini maka saran yang dapat diberikan sebagai berikut :

1.      Bagi instansi terkait dapat memanfaatkan hasil kajian ini untuk mengantisipasi kinerja lalu lintas di sekitar kawasan ruas jalan yang ditinjau mengalami penurunan kualitas sehingga dapat mengganggu pengguna jalan. Hasil perhitungan yang sudah direkomendasikan dapat dijadikan pertimbangan dalam perencanaan sarana dan prasarana transportasi lalu lintas pada masa mendatang khususnya dalam waktu lima tahun mendatang.
2.      Dikarenakan tingkat pelayanan jalan untuk klasifikasi jalan nasional harus memiliki standar minimum dengan nilai B maka diperlukan lagi alternatif perbaikan jalan lagi selain pelebaran jalan dan perubahan simpang tidak bersinyal menjadi simpang bersinyal. Alternatif perbaikan jalan ini nantinya bisa digunakan sebagai pembaharuan untuk studi selanjutnya.








DAFTAR PUSTAKA

Badan  Pusat  Statistik  (2018).  Jumlah  Penduduk Kota Malang:   https://jatim.bps.go.id/ (diakses Juli 2018).
Badan Pusat Statistik (2018). Tingkat Pertumbuhan  Kendaraan      Kota    Malang. Malang: BPS.
Badan  Pusat  Statistik.  (2018).  Produk  Domestik Regional Bruto Kota Malang. Malang: BPS.
Departemen   Pekerjaan   Umum.   (1997).   Manual Kapasitas Jalan Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Marga.
Gubernur  Jawa  Timur.  (2011).  Surat  Keputusan Gubernur Jawa Timur tanggal 7 Juni 2011, Nomor:     188/282/KPTS/013/2011. Surabaya: Gubernur Jawa Timur
Hobbs, F.D, (1995), Perencanaan dan Teknik Lalu Lintas, Penerbit Gadjah Mada University Press
Khristy,  C.   Jhotin,   and   Lall,   B.   Kent  (2003). Dasar-Dasar Rekayasa Transportasi. Bandung : Erlangga.
Morlok, Edward K. (1991). Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi. Jakarta:
Erlangga
Sugiyono.    (2005).    Metode    Penelitian    Bisnis. Bandung: Alfabeta
Tamin, Ofyar Z. (1997). Perencanaan dan Permodelan Transportasi edisi pertama. Bandung: Penerbit ITB.
Tamin, Ofyar Z. (2000). Perencanaan dan Permodelan Transportasi edisi kedua. Bandung : Penerbit ITB.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar