MAKALAH RISET OPERASIONAL
ESTIMASI BIAYA DAN SCHEDULE PENGERJAAN TURAP BRONJONG
Disusun oleh :
Alma Listi
Prasetya
(10316626)
2TA03
JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018
ESTIMASI BIAYA DAN SCHEDULE PENGERJAAN TURAP BERONJONG
LATAR
BELAKANG
Proyek
merupakan ujung tombak dari sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa
konstruksi. Proyek menjadi tolok ukur tercapainya keberhasilan suatu perusahaan
konstruksi secara teknis dan secara ekonomis. Banyaknya proyek maupun besarnya
skala proyek yang berhasil dikerjakan atau didapatkan melalui fungsi pemasaran
sebenarnya masih harus dilanjutkan dengan keberhasilan pencapaian omset dan
keuntungan optimal bagi perusahaan. Besarnya nilai proyek yang dicapai pada
tiap-tiap proyek bukan dihitung dari nilai kontrak proyek yang didapatkan.
Besaran omset dan keuntungan yang berhasil diraih oleh sebuah proyeklah yang
dapat menjadi indikator tercapainya tujuan perusahaan konstruksi.
Konstruksi
secara umum diterjemahkan segala bentuk pembuatan infrastruktur (contoh jalan,
jembatan, gedung, irigasi, gedung) serta pelaksanaan pemeliharaan dan perbaikan
infrastruktur, (Wells,1986). Dalam pelaksanaan nya, proyek konstruksi
membutuhkan suatu manajemen untuk mengolah dari bahan baku sebagai input
kegiatan menjadi suatu konstruksi. Dengan kata lain, kegiatan pelaksanaan
proyek konstruksi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan sementara, yang
berlangsung dalam jangka waktu terbatas dengan alokasi sumberdaya tertentu dan
dimaksudkan untuk menghasilkan produk dengan kriteria-kriteria yang telah
digariskan secara jelas dalam kontrak.
Sumber
dana sebagai sumber daya yang paling utama dalam penyelesaian proyek selaian
waktu, sumber daya manusia, material, dan juga peralatan yang digunakan dalam
pelaksanaan proyek, dimana dalam mengoperasionalkan tersebut perlu dilakukan
dalam suatu sistem manajemen yang baik, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal.
TUJUAN
Berdasarkan
latar belakang diatas, dapat ditarik rumusan masalah “Berapa biaya dan aktu
yang optimum untuk dilakukan percepatan durasi pelaksanaan proyek turap
beronjong?” dan artikel ini dibuat untuk menyelesaikan masalah tersebut.
LANDASAN
TEORI
Ø
Program
Linear
Suatu model umum yang dapat digunakan dalam pemecahan
masalah pengalokasian sumber-sumber yang terbatas secara optimal. Setiap
masalah akan ditentukan variable keputusan, fungsi tujuan, dan sistem kendala
yang sama-sama membentuk suatu model matematika.
Dalam
membahas model program linear, digunakan beberapa simbol agar memudahkan dalam
menyelesaikan suatu permasalahan yang ada, diantaranya adalah sebagai berikut :
m :
macam batasan-batasan sumber atau fasilitas yang tersedia.
n : macam kegiatan yang menggunakan
sumber fasilitas tersebut.
Z : Nilai fungsitujuanyang
dicarinilai optimalnya (maksimal,
minimal)
cj : Sumbangan per unit kegiatan
untuk masalah maksimal cj
xj : Banyaknya kegiatan ke-j
aij :
Banyaknya sumber daya i yang diperlukan untuk menghasilkan setiap unit keluaran kegiatan j
b1 : Jumlah
sumber daya i yang tersedia untuk dialokasikan ke stiap unit kegiatan.
Fungsi tujuan :
Z= c1x1 + c2x2 +… +cnxn
Dengan batasan :
1. a11X1
+ a12X2 +… + a1nXn ≤ b1
2. a21X1
+ a22X2 +… + a2nXn ≤ b2
3. am1X1
+ am2X2 +… + amnXn ≤ bm
dan X1 ≥ 0,
X2 ≥ 0, … Xn
≥ 0
Ø Linear
Interactive Discrete Optimizer (LINDO)
LINDO adalah sebuah program
komputer yang digunakan untuk dapat menyelesaikan permasalahan LP, yaitu suatu permodelan
matematik yang digunakan untuk meng-optimalkan suatu tujuan dengan berbagai
kendala yang ada. Untuk menggunakan LINDO ada beberapa tahapan yang perlu
dilakukan yaitu :
1. Merumuskan masalah dalam
kerangka pemrograman linier
2. Menuliskan dalam bentuk
persamaan matematik
3. Menuliskan rumusan ke dalam
LINDO dan mengeksekusinya
4. Interpretasi keluaran LINDO
Ø Metode
Jalur Kritis (Critical Path Method / CPM)
Pada metode CPM dikenal adanya jalur kritis, yaitu
jalur yang memiliki rangkaian komponen-komponen kegiatan dengan total jumlah waktu terlama dan menunjukkan kurun
waktu penyelesaian proyek yang tercepat. Dalam proses identifikasi jalur
kritis, dikenal beberapa terminologi dan rumus-rumus perhitungan sebagai
berikut:
TE = E
Waktu paling
awal peristiwa dapat terjadi
TL = L
Waktu paling
akhir peristiwa boleh terjadi
ES
Waktu mulai
paling awal suatu kegiatan .
EF
Waktu selesai
paling awal suatu kegiatan. Bila hanya ada satu kegiatan terdahulu, maka EF
suatu kegiatan terdahulu adalah ES kegiatan berikutnya.
LS
Waktu paling
akhir kegiatan boleh mulai)..
LF
Waktu paling akhir kegiatan boleh selesai
D
Kurun waktu suatu kegiatan, umumnya dengan satuan
waktu hari, minggu, bulan, dan lain-lain.
METODE
DAN PEMBAHASAN
ESTIMASI
BIAYA
TIME SCHEDULE
Penyelesaian:
Z = Rupiah keuntungan
per hari
X1 = Jumlah bronjong
X2 = jumlah batu kali
Langkah
1
Formulasi
LP (bentuk standar)
Fungsi
tujuan : Zmax = 25X1 +
15X2
Fungsi
kendala : 1. 120X1 + 150X2 ≤ 180
2. 100X1 + 120X2 ≤ 150
3. 11X1 + 13X2 ≤ 24
4. X1,X2 ≥ 0
Diubah
menjadi :
120X1
+ 150X2 +S1 + 0S2 + 0S3 =180
100X1
+ 120X2 + 0S1 + S2 + 0S3 = 150
11X1
+ 13X2 + 0S1 + 0S2 + S3 = 24
25X1
+ 15X2 + 0S1 + 0S2 + 0S3
C1 =
25, C2 = 15, C3 = 0, C4 = 0, C5= 0
Langkah
2
Tabel
simplex awal masalah
Langkah
3
apakah
table tersebut sudah optimal?
Belum,
karena tabel optimal bila nilai yang terdapat pada baris Cj-Zj = 0
Langkah
4
Baris
1
Angka
lama = [180 120 150 1 0 0] (30)
Angka
baru = [6 4 5 0 0 0]
Baris
2
Angka
lama = [150 100 120 0 1 0] (20)
Angka
baru = [7,5 5 6 0 0 0]
|
|
25
|
15
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
|
Cj
|
BV
|
X1
|
X2
|
S1
|
S2
|
S3
|
Bi
|
|
15
|
X1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
0
|
6
|
|
0
|
S2
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
5
|
|
25
|
S3
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
8
|
|
|
Zj
|
25
|
15
|
0
|
0
|
0
|
|
|
Cj-Zj
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
290
| |
Solusi
optimun tabel menunjukan bahwa total nilai Z = 290 dengan masing-masing
variable keputusan X1 = 8 X2 = 6
|
Variabel
basis
|
Koefisien
fungsi tujuan
|
Nilai
variable basis
|
|
|
X2
|
15
|
6
|
90
|
|
S2
|
0
|
5
|
0
|
|
X1
|
25
|
8
|
200
|
|
|
|
Jumlah
|
290
|
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis dan
pengolahan data yang telah dilakukan, maka diambil kesimpulan bahwa pada proyek bronjong dan batu kali yaitu selama 24 hari kerja dengan biaya sebesar Rp
490.000.000,-
X1
(bronjong) = 6
X2
(batu kali) = 8
Z
(keuntungan) = Rp 290.000.000
DAFTAR
PUSTAKA

