LOGO GUNADARMA

Minggu, 20 November 2016

pengaruh pembangunan fasilitas di stasiun cibinong

Seputar Pengertian Stasiun Kereta Api. Stasiun Kereta Api adalah tempat di mana para penumpang dapat naik-turun dalam memakai sarana transportasi kereta api. Selain stasiun, pada masa lalu dikenal juga dengan halte kereta api yang memiliki fungsi nyaris sama dengan stasiun kereta api.
Stasiun kereta api umumnya terdiri atas tempat penjualan tiket, peron atau ruang tunggu, ruang kepala stasiun, dan ruang PPKA (Pengatur Perjalanan Kereta Api) beserta peralatannya, seperti sinyal, wesel (alat pemindah jalur), telepon, telegraf, dan lain sebagainya. Stasiun besar biasanya diberi perlengkapan yang lebih banyak daripada stasiun kecil untuk menunjang kenyamanan penumpang maupun calon penumpang kereta api, seperti ruang tunggu, restoran, toilet, mushalla, area parkir, sarana keamanan (polisi khusus kereta api), sarana komunikasi, depo lokomotif, dan sarana pengisian bahan bakar. Pada papan nama stasiun yang dibangun pada zaman Belanda, umumnya dilengkapi dengan ukuran ketinggian rata-rata wilayah itu dari permukaan laut, misalnya Stasiun Bandung di bawahnya ada tulisan plus- minus 709 meter.

Pada umumnya, stasiun kecil memiliki tiga jalur rel kereta api yang menyatu pada ujung-ujungnya. Penyatuan jalur-jalur tersebut diatur dengan alat pemindah jalur yang dikendalikan dari ruang PPKA. Selain sebagai tempat pemberhentian kereta api, stasiun juga berfungsi bila terjadi persimpangan antar kereta api sementara jalur lainnya digunakan untuk keperluan cadangan dan langsir. Pada stasiun besar, umumnya memiliki lebih dari 4 jalur yang juga berguna untuk keperluan langsir. Pada halte umumnya tidak diberi jalur tambahan serta percabangan. Pada masa lalu, setiap stasiun memiliki pompa dan tangki air serta jembatan putar yang dibutuhkan pada masa kereta api masih ditarik oleh lokomotif uap.

Karena keberadaan stasiun kereta api umumnya bersamaan dengan keberadaan sarana kereta api di Indonesia yang dibangun pada masa zaman Belanda, maka kebanyakan stasiun kereta api merupakan bangunan lama yang dibangun pada masa itu. Sebagian direstorasi dan diperluas, sedangkan sebagian yang lain ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Kebanyakan kota besar, kota kabupaten, dan bahkan kecamatan di Jawa dihubungkan dengan jalur kereta api sehingga di kota-kota tersebut selalu dilengkapi dengan stasiun kereta api.
Stasiun Cibinong punya kesan stasiun zaman dahulu

Stasiun Cibinong punya kesan stasiun zaman dahulu

Stasiun Cibinong merupakan sebuah stasiun kereta api yang terletak di Pabuaran, Cibinong, Bogor. Stasiun dan jalur ini merupakan stasiun baru karena baru dibuat pada tahun 1990an. Stasiun ini awalnya dibuat untuk melayani kereta api batubara dari Stasiun Cigading, namun akhirnya mengalami kegagalan uji coba akibat dari Krisis sekitar tahun 1997. Untuk menjaga aset, stasiun ini, stasiun ini sempat melayani KRD tujuan Stasiun Manggarai dan Stasiun Nambo, namun itu tak berlangsung lama karena okupansi penumpang yang minim.
Setelah non-aktif selama berapa tahun, PT KAI memutuskan untuk mengaktifkan kembali stasiun jalur ini. Jalur ini juga dipasang kabel LAA (listrik aliran atas), supaya jika aktif kembali jalur ini bisa dilayani oleh KRL Commuter Jabodetabek. jalur ini dilewati oleh kereta api barang yang mulai beroperasi pada tahun 2014. Sejak 1 April 2015 Lalu, stasiun ini melayani KRL Commuter Line Dengan Rute Stasiun Nambo-Stasiun Duri dengan jadwal keberangkatan 10 kali dalam sehari.
Fasilitas stasiun kereta api umumnya terdiri atas:
·         Pelataran parkir di muka stasiun
·         Tempat penjualan tiket, dan loket informasi
·         Peron atau ruang tunggu
·         Ruang kepala stasiun, dan
·         Ruang PPKA (Pengatur Perjalanan Kereta Api) beserta peralatannya, seperti sinyal, wesel (alat pemindah jalur), telepon, telegraf, dan lain sebagainya.
Nah namun menurut saya fasilitas di stasiun cibinong ini sangat kurang memadai. Karena kurangnya lahan parkir untuk kendaraan, jadi harus naik angkutan umum itupun juga jarang jadi lebih banyak waktu yg kebuang sia-sia yg kerja  bisa mengalami keterlambatan dan sebagai macam kegiatan jadi mengalami keterlambatan sedikit. Dan jadwal keberangakatan harus ditambah karena banyaknya masyarakat yg ingin menggunakan transportasi ini dan rute perjalanannya harus ditambahkan. Untuk fasilitas stasiunnya harusnya lebih diperbaiki lagi atau pembesaran stasiun agar membuat masyarakat tetap nyaman. Dan jalan menuju kestasiunnya harus diperbesar lagi agar tidak menyebabkan kemacetan yg panjang dan kurangnya penunjuk jalan sehingga banyak masyarakat yg tidak mengetahui atau kesasar. Mudah-mudahan hal ini bisa menjadi perhatian Pemkab Bogor, mengingat bahwa semakin banyak penduduk yang ingin menggunakan Commuter line.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar